Abu Aisyah Mukhtar bin Hasan
![]() |
| Mukhtar Hasan |
Mukhtar Hasan (مختار بن حسن الأثري), yang dikenal dengan kunya Abu Aisyah, adalah seorang penuntut ilmu dan penulis yang berasal dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Beliau dilahirkan pada 8 Jumadal Akhirah 1406 H, bertepatan dengan 17 Februari 1986 M, di Desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Di dunia maya, saya lebih dikenal dengan kunya Abu Aisyah. Sebelumnya, saya juga pernah menggunakan kunya Abu Nashir.
![]() |
| Fuyou Road Mosque di Shanghai Tiongkok |
Riwayat Pendidikan
Pendidikan formal saya tempuh di beberapa daerah mulai SD di SD Inpres Lohayong Kec Solor Timur Kab Flores Timur (Lulus 1998 M) kemudian melanjutnya ke MTs Lohayong Kec Solor Timur Kab Flores Timur (Lulus Th 2002 M) kemudian melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa. Sejak tahun 2002, saya telah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah. Selain itu, saya juga melanjutkan pendidikan setingkat sekolah menengah atas (SMA) di Probolinggo, Jawa Timur, kemudian pindah untuk melanjutkan SMA di Bojonegoro hingga tahun 2005. Jadi SMA saya adalah kelas 1 di SMA Raudlotul Tholibin salah satu Pondok Pesantren NU di probolinggo 1 tahun dan pindah ke SMA Muhammadiyyah 1 Bojonegoro sampai lulus.
Dalam pendidikan tinggi, saya menempuh dua program studi jenjang Strata Satu (S1), dan sampai lulus berijazah yaitu:
- S1 Perbandingan Agama di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
- S1 Ekonomi Syari’ah di Sekolah Tinggi Luqman Al-Hakim, Surabaya.
Kedua bidang tersebut memberikan pengalaman akademis yang berbeda, khususnya dalam memahami kajian keagamaan, pemikiran Islam, serta aspek ekonomi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip syariah.
Awal Mula Mengenal Dakwah Salafiyyah
Meskipun telah masuk dan belajar di Pondok Pesantren Hidayatullah sejak tahun 2002, awal mula saya mengenal dakwah Salafiyyah berlangsung melalui aktivitas membaca berbagai buku dan tulisan di internet.
Salah satu sumber bacaan yang memberikan pengaruh pada awal perjalanan saya dalam mengenal dakwah Salafiyyah adalah blog milik seorang ikhwan yang dikenal dengan kunya Abu Salma. Melalui blog tersebut, saya membaca berbagai tulisan yang membahas sejumlah tema keislaman, antara lain manhaj, fikih, sirah, dan berbagai persoalan agama lainnya.
Selain membaca artikel di blog, saya juga mulai membaca buku-buku dari kalangan Salafiyyinh. Buku pertama dari kalangan Salafiyyin yang saya baca adalah Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Syaikh Yazid bin Abdul Qadir Jawas - rahimahullah.
Bacaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan saya untuk mengenal akidah Ahlus Sunnah dan dakwah Salafiyyah. Dari aktivitas membaca buku dan artikel tersebut, minat saya terhadap kajian Islam semakin berkembang.
Perjalanan Menuntut Ilmu
Hidayah merupakan karunia Allah Ta‘ala. Salah satu sarana yang Allah Ta‘ala gunakan dalam perjalanan beliau mengenal dan mempelajari agama adalah melalui pendidikan di pesantren, bacaan-bacaan keislaman, serta berbagai tulisan dan kajian yang tersedia di internet.
Selain membaca berbagai literatur keislaman, saya juga belajar secara langsung kepada salah seorang ustadz yang merupakan kakak sepupu.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas membaca dan belajar terus berkembang, baik melalui kajian langsung maupun melalui berbagai literatur dan tulisan para ulama serta penuntut ilmu. Saya berusaha memahami agama berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan generasi Salaf.
Aktivitas Menulis dan Dunia Blog
Ketertarikan saya terhadap dunia internet bermula ketika bekerja sebagai operator sebuah warung internet (warnet) di Surabaya. Pada masa awal tersebut, platform yang digunakan antara lain Multiply, sebelum kemudian mengenal dan menggunakan platform blogger/blogspot.
Aktivitas blogging kemudian menjadi salah satu sarana untuk menyimpan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan berbagai artikel serta faedah keislaman yang telah dibaca dan dipelajari.
Saya menyadari bahwa kemampuan menulis masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, sebagian besar tulisan yang pernah dimuat di blog pada masa awal bukan merupakan karya ilmiah orisinal, melainkan berupa kompilasi, reproduksi, dan pengembangan kembali tulisan-tulisan yang diperoleh dari berbagai sumber, khususnya tulisan para ikhwan dan penuntut ilmu yang memiliki perhatian terhadap manhaj Ahlus Sunnah.
Dalam proses tersebut, saya juga banyak mengambil manfaat dari tulisan-tulisan para penuntut ilmu yang aktif menulis di dunia maya, di antaranya Abul-Jauzaa atau al-Ustadz Dony Arif Wibowo M.Sc, serta mengikuti berbagai tulisan dan pembaruan kajian dari al-Ustadz Dr Firanda Andirja MA.
Aktivitas tersebut pada hakikatnya merupakan bagian dari proses belajar. Apa yang dibaca, dipelajari, dan kemudian didokumentasikan diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali ilmu yang telah dipelajari sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
Prinsip dalam Menulis dan Menyebarkan Ilmu
Saya memandang bahwa menyampaikan ilmu merupakan amanah yang membutuhkan kehati-hatian. Karena itu, berbagai tulisan yang dimuat hendaknya dikembalikan kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, serta penjelasan para ulama yang memiliki kompetensi dalam bidangnya.
Apa yang benar dalam tulisan yang beliau sampaikan merupakan karunia dan kemudahan dari Allah Ta‘ala. Adapun kekeliruan, kekurangan, atau kesalahan di dalamnya merupakan kelemahan pribadi yang membutuhkan koreksi dan perbaikan.
Oleh karena itu, saya senantiasa berharap agar setiap tulisan yang disampaikan dapat menjadi sarana kebaikan dan tidak menjadi sebab tersebarnya kesalahan dalam memahami agama.
Saya juga membuka diri terhadap nasihat, koreksi, dan kritik ilmiah apabila ditemukan kekeliruan dalam tulisan yang pernah dipublikasikan.
“Ya Allah, ampunilah aku apabila terdapat kesalahan dalam tulisan-tulisan ini. Tunjukkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakanlah kepadaku kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepadaku kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakanlah kepadaku kemampuan untuk menjauhinya.”
Penutup
Blog ini pada awalnya dibangun sebagai bagian dari perjalanan pribadi dalam membaca, belajar, mendokumentasikan, dan berbagi faedah keislaman.
Dengan segala keterbatasan yang ada, semoga apa yang tertulis di dalamnya dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi bagian dari amal yang diterima oleh Allah Ta‘ala.
Apabila terdapat kebenaran dalam tulisan-tulisan yang dimuat, maka itu semata-mata merupakan taufik dan karunia dari Allah Ta‘ala. Apabila terdapat kesalahan dan kekeliruan, maka hal tersebut berasal dari kelemahan diri penulis.
Semoga Allah Ta‘ala senantiasa memberikan taufik untuk mencari kebenaran, mengikuti dalil, menerima nasihat, serta memperbaiki kesalahan.
Ditulis pada 27 November 2014
Diperbarui pada 15 Maret 2016
Diperbarui kembali 09 September 2026

.jpeg)
Assalamualaikum ustaadz Mukhtaar....
ReplyDeleteSemoga antum bahagia dan tetap istiqooma di atas jalan kebenaran.
Wa'alaikumus salaam
DeleteSemoga bermanfaat kumpulan artikel di sini
Baarakallahufiik
Wa'alaikumus salaam
ReplyDeleteSemoga bermanfaat kumpulan artikel di sini
Baarakallahufiik
syukron. http://tentarakecilku.blogspot.co.id/
ReplyDeleteBarakallahufiik
DeletePost a Comment
Perihal :: Mukhtar Hasan ::
لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا
Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.
Atau silahkan gabung di Akun facebook saya
================================
Semoga komentar anda bermanfaat bagi kami dan bagi anda