Biografi Ringkas asy-Syaikh al-Fadhil al-Ustaadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas رحمه الله Disusun oleh: Danang Fathur Rahman
Beliau رحمه الله bernama Yazid bin 'Abdul Qadir bin 'Ali bin Muhammad bin Hasan bin Muhammad bin 'Awadh bin 'Abdullah bin Al-Jawwas. Abu Fat'hi.Beliau رحمه اللهُ keturunan dari marga Jawwas yang berasal dari Hadhramaut, Yaman.
Beliau رحمه اللَّهُ dilahirkan di Tanah Abang, Jakarta, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1962, atau 2 Jumadal Ula 1382 H. Beliau anak kedua dari sebelas bersaudara di dalam keluarga yang sangat sederhana. Ayah beliau pedagang kaki lima yang berjualan kopi di pasar.
Baca Juga :
Siapa Sebenarnya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas?
Beliau رَحمَهُ اللهُ semenjak kecil belajar membaca Al-Qur`an dari kakek beliau dari jalur ibu, 'Umar Jawwas. Masa kecil beliau dihabiskan di Jakarta sebagaimana anak-anak kecil pada umum nya di Jakarta tempo dulu. Sehari-hari beliau sering menemani Ayah beliau رحمه الله berjualan di sekitaran pasar Tanah Abang. Selain itu beliau juga rajin mengaji kepada Ustadz Muhammad Haqqi رحمه الله. Seorang guru lulusan dari Ponpes Persis Bangil. Dari Ustadz Haqqi inilah, beliau pertama kali mengenal dan mengaji kitab Buluughul Maraam. Dan dari sosok Ustadz Haqqi inilah, beliau pun bercita-cita menjadi seorang da'i seperti gurunya.
Beliau رحمه الله semakin intensif belajar ilmu-ilmu agama pada saat berada di Pondok Pesantren Persis Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada tahun 1979. Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Lalu pada tahun 1984, Ustadz Yazid Rahimahullah melanjutkan belajar di LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab) di jakarta yang sekarang berubah nama menjadi LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). Beliau adalah angkatan ketiga dan menyelesaikan pendidikan selama dua tahun, sebelum adanya Fakultas Syari'ah.
Pada tahun 1985, beliau رَحِمَهُ اللهُ menikah dengan Ummu Fat'hi dan tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dan beliau mulai aktif berdakwah. Adapun materi kajian yang konsisten beliau sampaikan adalah Kitab At-Tauhid dan Bulughul Maram.
Pada tahun 1987, beliau رحمه الله ditugaskan oleh pihak kampus LPBA (LIPIA), yaitu Syaikh Ibrahim Ba Husain selaku mudir LPBA, untuk mengajar di Pondok Pesantren Al-Irsyad Tengaran, Salatiga, Jawa Tengah. Saat itu beliau mengajar ilmu Fiqih dan ilmu Hadits dengan memakai kitab Bulughul Maram sebagai muqarrar.
Pada tahun 1993, beliau berangkat ke Arab Saudi untuk belajar kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin Rahimahullah dikota 'Unaizah. Dan sepulang belajar dari Arab Saudi, beliau bersama keluarga tinggal di Kota Bogor.
Aktivitas dakwah Al-Ustadz Yazid رحمه الله dimulai sejak beliau pulang belajar dari Jawa Timur, tahun 1983. Adapun setelah menikah, beliau pernah rutin mengajar di Musholla Al-Barkah (sekarang menjadi Masjid Al-Barkah, komplek Radio Rodja) Cileungsi. Beliau juga rutin mengajar di Masjid Al-Furqon kantor pusat Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Kramat, Jakarta Pusat, sejak tahun 1995.
Pada tahun 2001, beliau menginisiasi pendirian Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH) di komplek perumahan pegawai (KPP) IPB Barangsiang sekaligus menjadi pengajar majelis taklim dan khatib tetapnya.
Pada tahun 2003, beliau juga menginisiasi pendirian Ma'had Tadribud Du'at (program belajar pengkaderan da'i Ahlus Sunnah) bernama Minhajus Sunnah di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Beliau menjadi pengajar tetap ilmu 'Aqidah dan ilmu Fiqih, sekaligus menjadi menjadi pengasuh atau pembina Ma'had ini yang mulai membuka angkatan pertama pada tahun 2004.
Maka mulai tahun tersebut, aktivitas harian beliau adalah sebagai berikut :
Senin :Mengajar ilmu 'Aqidah di Ma'had Minhajus SunnahSelasa :Mengajar ilmu Tauhid dan ilmu hadits di masjid Al-Furqon DDII, Kramat, Jakarta.Rabu :Mengajar ilmu Fiqih di Ma'had Minhajus SunnahKamis :Beraktivitas untuk urusan ma'isyah, berdagang, atau untuk urusan lainnya.Jum'at :Seringkali berada di MIAH untuk menyampaikan khutbah Jum'at atau menjadi pengganti jika khatib yang terjadwal tidak hadirSabtu :Menyampaikan pelajaran dari buku beliau: "Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah" yang disiarkan secara langsung di Radio Rodja dan Rodja TV.Ahad :Mengajar majelis taklim di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH).
Selain itu, beliau juga sering mengadakan safar (perjalanan) dakwah ke banyak kota di Indonesia untuk menyampaikan Tabligh Akbar dan dauroh-dauroh ilmiah. Bahkan, beliau sampai ke sejumlah kota di luar negeri. Beliau juga rutin membimbing ibadah haji dan umrah selama hampir 20 tahun, yaitu sejak tahun 1994.
Di sela-sela aktivitas dakwahnya, beliau رحمه الله juga menulis beberapa buku dan risalah. Lebih dari 70 buku beliau yang sudah dicetak oleh sejumlah Penerbit serta puluhan risalah ilmiah yang dimuat di Majalah As-Sunnah.
Dalam perjalanan Dakwah Salafiyyah yang beliau jalani, berbagai gangguan pun beliau alami. Ada berupa pengusiran, penggagalan acara, fitnah-fitnah, hingga demo untuk menggagalkan renovasi MIAH (Masjid Ahmad bin Hanbal) Bogor. Beliau juga mengalami sakit beberapa kali sampai harus beberapa kali menjalani operasi.
Pada tahun 2024, setelah mengalami sakit parah selama satu tahun, beliau pun wafat di Bogor pada hari Kamis siang, tanggal 11 Juli 2024 atau tanggal 5 Muharram 1446 H, meninggalkan seorang isteri, sebelas anak, dan 20 cucu, serta ribuan murid.
Semoga Allah جَلَّ وَعَلًا merahmati Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas رَحْمَهُ اللهُ dengan keluasan rahmat-Nya, dan mengkaruniakan nikmat kubur untuk beliau, memaafkan dosa-dosa dan kesalahan beliau, serta memasukkan beliau ke dalam Surga Firdaus bersama para Nabi, para shiddiiqiin, para syuhadaa', dan orang-orang yang shalih.
Aamiin Allaahumma aamiin.
maraji':
Buku Berhias dengan Akhlak Mulia

Post a Comment
Perihal :: Mukhtar Hasan ::
لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا
Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.
Atau silahkan gabung di Akun facebook saya
================================
Semoga komentar anda bermanfaat bagi kami dan bagi anda