Homepage Pribadi Abu Muhammad Mukhtar bin Hasan al-Atsari

..:: Kedudukan Tauhid Dalam Islam ::..

...:: Kedudukan Tauhid Dalam Islam ::...

[Faedah 01 muqodimah Tabligh Akbar Prof. DR.,Syeikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al Badr Hafidahullah]

Tauhid Merupakan pondasi bagi agama

Dan tidak ada ketaatan , tidak bermanfaat ketaatan kepada Allah tanpa dibangun diatasnya. Tauhid dalam agama ini bagaikan " Akar Pokok sebuah pohon " dimana pohon tdk akan berdiri tanpa akar-akarnya begitu juga agama tidak akan berdiri tegak tanpa tauhid sehingga agama tanpa tuhid  seperti pohon tanpa akar sehingga akan rubuh , krn itu agama tidak akan bisa berdiri tegak.
Bukankah Allah Ta'alaa berfirman : 

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26) يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (27) “ 


Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”  (Qs. Ibrahim: 24-27)
Karena itu tauhid bagi amalan bagaikan akar bagi sebuah pohon 

Agama dan tauhid ini sesuai dengan fitrah yg Allah berikan kepada setiap manusia (dan jin pent) Nabi muhammad telah menjelaskan dalam hadist shahih 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ } الْآيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ كِلَاهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً وَلَمْ يَذْكُرْ جَمْعَاءَ

Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yg akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yg dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat? 

' Lalu Abu Hurairah berkata; 'Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yg berbunyi: '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30).

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Alaa Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, & telah menceritakan kepada kami 'Abd bin Humaid; telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrazzaq keduanya dari Ma'mar dari Az Zuhri dgn sanad ini & dia berkata; 'Sebagaimana hewan ternak melahirkan anaknya. -tanpa menyebutkan cacat.- [HR. Muslim No.4803].[1]

Kedudukan Tauhid Dalam Islam

 Ketahuilah ayuhal ikhwah, semoga Allah meromati kalian :

"Tahuid merupakan hak Allah" 

Barang siapaa yg telah menunaikan hak Allah ini maka dia menjadi orang yg beruntung dipermukaan bumi ini. 'Akan tetapi siapa yg meyepelekan dan meremahkan tauhid ini maka dia akan rugi dan celaka didunia dan akherat . 

Dalam Sebuah Hadist Shahih diriwayatkan : 

عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Dahulu aku pernah dibonceng Nabi shallallahu’alaihi wa sallam di atas keledai yang dinamakan ‘Ufair. Lalu beliau berkata: Wahai Mu’adz, apakah engkau tahu hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan hak hamba atas-Nya? Aku berkata: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasul bersabda: Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak hamba atas Allah adalah Dia tidak mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Mu’adz berkata: Apakah boleh aku sampaikan kabar gembira ini kepada manusia? Rasul menjawab: Jangan engkau sebarkan, karena manusia akan bersandar kepadanya saja. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Ini adalah janji allah , dimana Allah tidak akan menyiksa seorang hamba yg tdk berbuat syirik (dan mentauhidkanNya dalam peribadatan.) Dan ini menunjukkan tauhid merupakah hal yg mullia dan agung , krn tauhid meruapakana hak Allah atas hambanya. 

Dan tauhid ini adalah mengesakan Allah dalam ibadah , dan ini adalah hal yg paaling agung dan mulia, krn utk tauhidlah Allah menciptakan jin dan manusia serta alam semesta ini .

Allah Ta’ala berfirman: 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” QS. Adz-Dzariyat [51]: 56 

Ini adalah hak yang dengannya Allah Ta’ala mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitabNya, Allah Ta’ala berfirman: 

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” QS. An-Nahl [16]: 36 

Hidup yg paling bahagia dan mulia adalah jika hidup diatas tauhid . ( Begitu sebaliknya pent.) Maka barang siapa menegakkan tauhid maka dia telah menegakkan kehidupan yg penuh kebahagiaan dan kemuliaan didunia dan kekal abadi diakherat. Dan barang siapa yg tdk mentauhidkan Allah maka semua urusan dan perkaraanaya akan tercerai beraikan , dan hatinya akan dipenuhi kegalauan dan terpecah belah. Urusannya akan hancur dan tidak akan tenang kehidupannya , kecuali dia menegahkkan tauhid , krn kesempurnaan dan kebahagian serta kettenangan hidup itu jika dia menegakkkan tauhid.

Tauhid (wahai saudaraku yg mulia) adalah agama , yg Allah turunkan dengan wahyu , aqidah-aqidah yg ada dipemukaan bumi ada yang bersumber dari pemikiran manusia, dan aqidah yg semacam ini ppasti saling bertentaangan dan tidaklah benar

Karena itu Aqidah dan keyaakinan yg ada dimuka bumi ini ada dua. : 

1. Aqidah yg diturunkan dari Allah (dalam All Qur'an Dan Sunnah pent.)
2. Aqidah yg tumbuh dr hasil dari pemikiran manusia.

Maka aqidah yg benar dan kekal dan sesui dgn fitrah adallah Aqidah yg bersumberkan dari Allah., Yang Allah turunkan dari langit. 

Sedangkan aqidah yg rusak dan salah adalah aqidah yg bersumber dari pemikiran manusia.[2]

#Tabligh_Akbar_Istiqlal_15/03/2015

Catatan : Sulaiman Abu Syaikha 

----------------------
Fotenote :
1. https://www.facebook.com/abu.syeikha/posts/1028752267139096:0 
2. https://www.facebook.com/abu.syeikha/posts/1028752267139096:2
Silakan Share Artikel Ini :

Post a Comment

Perihal :: Mukhtar Hasan ::

لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا

Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.

Atau silahkan gabung di Akun facebook saya

================================
Semoga komentar anda bermanfaat bagi kami dan bagi anda

 
Support me : On Facebook | On Twitter | On Google_Plus
Copyright © 2011. Website's : Mukhtar Hasan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger