Homepage Pribadi Abu Muhammad Mukhtar bin Hasan al-Atsari

Dosa Anak Adam Terletak Pada Lisannya

PROGRAM Just One Day One Hadith

Ustadz Arif Fathul Ulum. Lc
Transkrip audio Hadits 23 | Jagalah lisanmu
Download Audio :  Disini
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
TRANSKRIP HADITS 23

Dosa Anak Adam Terletak Pada Lisannya

بسم اللّه.
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا.
أما بعد
.
Rasulullah Shallallau 'alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ

"Kebanyakan dari kesalahan-kesalahan manusia di dalam lisannya".

Ini adalah hadits yang hasan diriwayatkan oleh Thabrani di dalam al-Mu'jam Al-Kabir. Yang dikatakan hasan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di dalam Shahih AlJami' AshShaghiir.

Hadits yang agung ini menunjukkan kepada kita tentang perkara penting yaitu wajibnya menjaga lisan karena kebanyakan dari kesalahan-kesalahan manusia adalah didalam lisannya. Karena lisan adalah yang paling banyak beraktifitas dari tubuh manusia, yang dia bentuknya paling kecil tetapi paling besar dari aktifitasnya. Jika dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan jika dia jelek maka jelek pula bagi seluruh pengaruhnya kejelekannya bagi seluruh tubuhnya.

Maka barangsiapa yang membiarkan lisannya tidak dikontrol jadilah dia digiring oleh syaithan dan dijerumuskan dengan lisannya kedalam jurang yang dalam. Dan tidaklah manusia terjerumus di neraka kecuali buah dari lisan-lisan mereka. Maka tidaklah seseorang bisa selamat dari kejelekan lisan kecuali jika lisan dia, dia pegang dan dia kontrol dengan pegang syari'at Allah .

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah , telah datang penjelasan sebagian ulama bahwa lisan memiliki 20 penyakit diantaranya adalah

  • Perkataan pada perkara yang tidak diperlukan yang tidak ada hubungan dengan dia.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَالاَ يَعْنِيْهِ

“Diantara bagusnya islamnya seseorang ketika dia meninggalkan apa yang tidak perlu dia urusi”.

Diantaranya adalah masalah ucapan yang dia tidak ada hubungan dengan hal tersebut maka ketika dia lisannya berucap padahal yang tidak pantas atau tidak ada hubungan darinya maka dia termasuk yang mengurusi perkara yang bukan urusannya. Yang ketika dia meninggalkan itu maka termasuk bagusnya keislamannya. Yang ketika dia melakukan itu maka menunjukkan tidak bagusnya dari keislamannya.

  •   Kemudian yang berikutnya diantara pengaruh buruk dan penyakit dari lisan adalah fudhuulul kalam (فُضُولُ الْكَلَامِ) yaitu terlalu banyak bicara atau berbicara yang tidak perlu yang ini adalah perkara yang menyeluruh dalam hal-hal yang melebihi dari kebutuhan dari lisan.
Kalau dia cukup didalam mengungkapkan kebutuhan yang satu maka ini adalah satu saja, jumlah satu kalimat saja, tidak perlu dia sampai 2, 3 dan seterusnya.

Allah berfirman didalam kitabNya:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ

"Tidak ada kebaikan didalam kebanyakan bisik-bisik mereka kecuali orang memerintahkan kepada shadaqah atau perkara yang ma'ruf atau mendamaikan diantara manusia". (An-Nisaa 114)

  •   Kemudian penyakit yang berikutnya yang ke-3 dari lisan adalah الْخَوْضُ فِي الْبَاطِلِ, yaitu berbincang dalam kebathilan, yaitu perkataan dalam kemaksiatan, menceritakan kemaksiatan, ketika dia berbuat demikian demikian adalah kemaksiatan, bergaul dengan wanita, bertempat dan bermajlis di majlis-majlis khamr dan tempat orang fasiq dan sebagainya.
Maka hendaklah perkara yang tidak pantas seseorang berkubang dan berbicara di dalamnya.
Rasulullah bersabda dalam hadits yang shahih:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى النَّارِ

“Sesungguhnya ada seseorang yang dia berbicara dengan ucapan yang tidak dianggap (yang dianggap remeh atau tidak berpengaruh) ternyata dia bisa menjerumuskan terjerumus ke dalam neraka dengan kalimat tersebut sejauh 70 tahun perjalanan”.

  •   Penyakit yang berikutnya adalah almiraa' wal mujaadalah (الْمِرَاءُ وَالْمُجَادَلَةُ), yaitu berdebat, beradu mulut yang tidak perlu.
Rasulullah menjanjikan didalam haditsnya:

مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بُنِيَ اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي اْلأَعْلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meninggalkan adu mulut dalam keadaan dia berhak sebetulnya tapi dia meninggalkan adu mulut (perdebatan tersebut) maka Allah membangunkan sebuah rumah dipuncak dari surga ”.

  •   Kemudian yang berikutnya dari penyakit lisan adalah hushuumah (الْخُصُومَةُ) yaitu bersilat lidah didalam berupaya mendapatkan harta atau hak yang Allah membenci orang yang banyak hushumaatnya, yang banyak melakukan silat lidah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Rasulullah bersabda:

إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Sesungguhnya orang yang paling dibenci disisi Allah adalah orang yang begitu sangat dan pandai bersilat lidah untuk mendapatkan dari haknya”.

Maka khushumah yang tercela adalah ketika ikut pada hal yang tidak benar atau dengan cara yang benar dengan dia berhak mendapat itu tetapi dia melebihi dari yang dibutuhkan.

  •   Kemudian yang berikutnya dari aafatul lisaan (penyakit lisan) adalah seseorang yang memutar-mutar lidahnya dan berupaya untuk memperdengarkan kepada manusia tentang kefasihannya, yang ini termasuk juga orang yang dibenci.
Sebagaimana hadits Rasulullah :

"Sesungguhnya orang yang paling dibenci daripadaku, yang paling celah dariku majlisnya, orang yang berlebihan dalam bicara, yang dia bersilat lidah dan berdalam-dalam dalam ucapannya".

Yang ini perkara yang dibenci Rasulullah yang menjauhkan seseorang dari majlis Rasulullah .

  • Kemudian yang berikutnya adalah ketika seseorang berbuat kotor dalam ucapannya dalam mencaci atau kotor didalam lisannya yang ini termasuk dari penyakit dari lisannya. Karena Rasulullah bersabda:

 لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيْءِ

Seorang mu'min bukanlah orang yang banyak mencela, tidak juga orang yang banyak melaknat atau orang yang banyak berkata kotor atau yang berkata keji.

  • Kemudian yang berikutnya adalah al-la'n (اللَّعْنُ). Diantara penyakit lisan adalah al-la'n yaitu laknat, entah itu melaknat binatang ataupun manusia ataupun yang lainnya yang Rasulullah bersabda:

 لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِلَعَّانٍ

“Tidaklah seorang mu'min banyak mencela atau melaknat”.

Yang laknat atau banyak melaknat termasuk penyakit dari lisan. Yang berkata Hudzaifah Ibnu Yaman: "Tidaklah seseorang melaknat suatu kaum kecuali akan pantas hukuman kepada mereka".

Dan berkata Imran Ibnu Hushain menceritakan tatkala Rasulullah berjalan didalam sebagian perjalanan beliau. Tiba-tiba ada seorang wanita Anshar yang melaknat untanya.

Langsung Rasulullah mengatakan:

"Ambillah unta itu. Biarkan (lepaskan) unta itu, ambillah yang ada di atasnya karena unta itu telah dilaknat".

Berkata perawi hadits Imran Ibnu Hushain: "Saat aku melihat kepada unta tersebut, dia berjalan ditengah manusia, tidak ada seorangpun yang dia mengusiknya karena khawatir terkena kejelekan atau dari jeleknya unta tersebut yang telah dilaknat oleh pemiliknya”.

  •   Kemudian diantara penyakit lisan adalah ghina (الْغِنَاءُ nyanyian) kepada perkara yang tercela. Yang dilarang oleh Allah dan RasulNya.
  •   Kemudian juga bergurau sampai berlebihan, yang ini juga perkara yang dilarang.
  •   Kemudian yang berikutnya adalah istihza (استحز) mengejek ataupun menghina. Yang ini termasuk dari penyakit lisan.
  •   Kemudian yang berikutnya adalah menyebarkan rahasia yang sepantasnya dia pegang karena rahasia merupakan amanah yang seseorang ketika menyebarkannya berarti dia berkhianat kepada pemiliknya.
  •   Kemudian yang berikutnya adalah janji dusta, yang termasuk dari penyakit lisan.
  •   Kemudian yang berikutnya adalah kedustaan di dalam sumpah, yang termasuk juga penyakit lisan.
  •   Yang berikutnya ghibah yang merupakan perkara yang diharamkan yang begitu banyak dari kita melawan sunnah tentang pengharamannya.
  •   Kemudian yang berikutnya adalah namimah, yang jelas termasuk perkara yang diharamkan oleh Allah .
Yang ini menunjukkan kepada kita bahwa begitu banyak dari penyakit-penyakit lisan yang sangat sesuai mencerminkan apa yang disabdakan Rasulullah bahwa kebanyakan dari kesalahan manusia didalam lisannya. Bukan kita melihat begitu banyak dari penyakit lisan ini, yang satu saja sudah cukup menjerumuskan seseorang kedalam neraka, apalagi jika terkumpul beberapa dari penyakit ini dalam dirinya.

Maka telah banyak nashihat dari para shalafush shalih agar seseorang menjaga lisannya.

Berkata 'Abdullah Ibnu Mas'ud :

يا لسان قل خيراً تغنمْ، أو اسكت عن شرٍّ تسلَمْ

"Wahai lisan, ucapkanlah yang baik maka engkau akan beruntung. Atau diamlah, engkau akan selamat sebelum menyesal"

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah , maka marilah kita semua menjaga lisan kita agar kita tidak terjerumus didalam dosa. Tidak terjerumus didalam neraka disebabkan lisan kita karena sesungguhnya begitu banyak buah lisan manusia yang menjerumuskan pelaku kepada neraka sebagaimana sabda Rasulullah .

Dan marilah kita menjaga seluruh ucapan kita dari perkara-perkara yang dibenci Allah dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang menjaga ucapan dan mengambil yang baik dari ucapan, dari nashihat.

والله أعلم بالصواب
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.
و آخر دعونا،
الحمد لله رب العالمين.
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
✒Tim Transkrip Audio
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Kritik atau saran sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 081808194040
Silakan Share Artikel Ini :

Post a Comment

Perihal :: Mukhtar Hasan ::

لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا

Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.

Atau silahkan gabung di Akun facebook saya

================================
Semoga komentar anda bermanfaat bagi kami dan bagi anda

 
Support me : On Facebook | On Twitter | On Google_Plus
Copyright © 2011. Website's : Mukhtar Hasan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger